- MITOCHONDRIAL FORMULA: Advanced Mitochondrial Formula contains essential nutrients that promote the health of your mitochondria and support energy production. Our cells contain mitochondria, which are known as the “power plants” of cells because they convert oxygen to energy. And since they are the source of all cellular energy, optimal mitochondrial function is essential for good health.
- ENERGY SUPPORT: Every cell in your body is affected by how well you make energy. As you age, your mitochondria become less efficient in producing energy. Anti-aging experts believe that maintaining mitochondrial health is important for cellular energy production which is important to maintain overall health and vitality.
- ESSENTIAL NUTRIENTS: You can support the health of your Mitochondria and support energy production with some of these essential nutrients: Niacinamide (form of Vitamin B3 that directly affects your body’s ability to produce energy), Quercetin (antioxidant to help increase mitochondrial in brain and muscle), Resveratrol (antioxidant that reduce oxidative stress and healthy inflammatory response), and Curcumin (fights oxidative stress, supports stamina).
- MADE IN THE USA: Advanced Bionutritionals is manufactured in the USA from globally sourced ingredients. Join all the people that use this formula to support optimal mitochondrial function as they age.
- QUALITY INGREDIENTS: Advanced Bionutritionals is a cutting-edge line of nutraceuticals and made in the USA. Our formula is vegan and does not contain any gluten, wheat, corn, nuts, seeds, eggs, soy, or dairy. And it does not contain any GMOs or preservatives.
Produk Unggulan Kami
Wednesday, 14 May 2025
MITOCHONDRIAL FORMULA
What things should be prepared for traveling?
![]() |
| Journey to Padang 2024 |
When preparing for travel, it's helpful to organize your packing and planning into categories. Here's a checklist of things to prepare:
1. Documents
Passport (with visa if needed)
ID card/driver’s license
Travel tickets (plane, train, etc.)
Hotel reservations
Travel insurance
Emergency contact info
Itinerary
2. Money
Cash (in local and home currency)
Credit/debit cards
Travel wallet or pouch
Currency converter app (optional)
3. Electronics
Camera (if needed)
4. Toiletries
Toothbrush and toothpaste
Shampoo/conditioner (travel-sized)
5. Clothing
Comfortable walking shoes
Swimsuit (if needed)
6. Health & Safety
Prescription meds
Basic first aid kit
Face masks (if required)
Insect repellent
Copies of medical records (if needed)
7. Extras
Snacks and water bottle
Book/e-reader
Travel pillow
Small backpack or day bag
Ziplock bags for liquids or dirty clothes
Saturday, 16 November 2024
Menanamkan Nilai-Nilai Islami Melalui Program PAIDI di SMAIT Al Fityah Pekanbaru
Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Al Fityah Pekanbaru, yang terletak di Jalan Swakarya, Tuahkarya, Tuah Madani, Pekanbaru, selalu berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah ini adalah Pembiasaan Adab Islami Pagi (PAIDI), di mana para siswa dilatih untuk memulai hari mereka dengan kegiatan yang penuh berkah, seperti membaca dzikir al-Ma’tsurat dan Al-Qur'an.
Apa Itu Program PAIDI?
PAIDI adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap pagi sebelum memulai pembelajaran di kelas. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter islami pada siswa dengan membiasakan mereka untuk memulai hari dengan ibadah. Setiap pagi, siswa SMAIT Al Fityah berkumpul di aula atau lapangan sekolah, di mana mereka bersama-sama membaca dzikir al-Ma’tsurat yang merupakan kumpulan doa-doa harian yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an secara berjamaah.
Manfaat Kegiatan PAIDI bagi Siswa
1. Meningkatkan Ketaatan Beragama: Melalui pembiasaan ini, siswa diajak untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.
2. Menumbuhkan Ketenteraman Hati: Dzikir dan tilawah Al-Qur'an yang dilakukan secara rutin dapat menenangkan jiwa, sehingga siswa lebih siap dan fokus dalam mengikuti pelajaran.
3. Membangun Karakter Islami: Kegiatan PAIDI juga berperan dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, jujur, dan disiplin.
4. Meningkatkan Kebersamaan: Membaca dzikir dan Al-Qur'an secara berjamaah mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara siswa dan guru.
Suasana Kegiatan PAIDI di SMAIT Al Fityah
Setiap pagi di SMAIT Al Fityah, suasana tenang dan khusyuk menyelimuti area sekolah. Para siswa dengan tertib berkumpul untuk memulai hari dengan doa dan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Kegiatan ini dipimpin oleh guru pembimbing, sementara siswa lainnya mengikuti dengan penuh semangat dan kekhusyukan.
“Saya merasa lebih tenang dan semangat untuk belajar setelah mengikuti kegiatan PAIDI setiap pagi. Selain itu, saya jadi lebih rajin membaca Al-Qur'an di rumah,” ungkap salah satu siswa kelas 11 SMAIT Al Fityah.
Komitmen SMAIT Al Fityah dalam Mencetak Generasi Berakhlak Mulia
Kegiatan PAIDI merupakan salah satu bentuk komitmen SMAIT Al Fityah dalam mendidik siswa tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga spiritual. Sekolah ini percaya bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berintegritas.
Ayo Daftarkan Anak Anda ke SMAIT Al Fityah Pekanbaru!
SMAIT Al Fityah Pekanbaru terus berupaya memberikan pendidikan terbaik yang holistik, menggabungkan antara ilmu pengetahuan umum dan agama. Dengan fasilitas yang memadai, lingkungan belajar yang kondusif, serta program-program unggulan seperti PAIDI, sekolah ini menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan berkualitas dan berbasis nilai-nilai Islam kepada anak-anak mereka.
Jika Anda mencari sekolah yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik tetapi juga pada pembinaan akhlak dan karakter islami, SMAIT Al Fityah adalah jawabannya. Mari bergabung bersama kami untuk membentuk generasi masa depan yang beriman, bertakwa, dan berprestasi.
Segera daftarkan anak Anda ke SMAIT Al Fityah Pekanbaru!
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di:
Alamat: Jalan Swakarya Ujung Kel. Tuahkarya Kec. Tuah Madani Kita Pekanbaru
Telepon: 0823-8452-6949 Ustzh Ugi
Website: https://www.smaitalfityah.sch.id/
SMAIT Al Fityah: Membentuk Generasi Sholeh Memesona
Monday, 7 October 2024
Film Dokumenter Aljazeera : Kejahatan Perang Isr4el
Thursday, 5 September 2024
Materi BPI : Ukhuwah Islamiyah (Resume)
ุฅَِّูู
َุง ุงْูู
ُุคْู
َُِููู
ุฅِุฎَْูุฉٌ َูุฃَุตِْูุญُูุง ุจََْูู ุฃَุฎََُْูููู
ْ َูุงุชَُّููุง ุงََّููู َูุนََُّููู
ْ ุชُุฑْุญَู
َُูู
Artinya:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah Swt. supaya kamu mendapat rahmat."
Secara makna, ukhuwah islamiah dimaknai terikatnya hati dan ruh dengan ikatan aqidah. Kekuatan umat Islam tergantung kekuatan ukhuwah atau persatuan umat. Tingkatan ukhuwah paling tinggi adalah itsar dan paling rendah adalah lapang dada. Tingkatan tersebut dirangkum dalam sebuah tangga ukuwah islamiah. Di antara tangga ukhuwah islamiyah, yaitu sebagai berikut.
1. Saling
Mengenal (Ta'aruf)
Selain mengenal
secara fisiknya, juga perlu mengenal nama, alamat, emosi, tingkah laku, lahir,
asal, pendidikan, pekerjaan, serta latar belakang.
2. Saling
Memahami (Tafahum)
Saling memahami
karakter, kesukaan, kejiwaan, selera, pemikiran, kebiasaan, kelebihan, dan
kelemahan merupakan cara agar lebih memahami saudara kita.
3. Saling
Membantu (Ta'awun)
Membantu adalah
rela memberikan yang dibutuhkan saudara tanpa menuntut apapun darinya, itulah
ukhuwah yang sebenarnya.
4. Saling
Menanggung (Tafakul)
Ingatlah bahwa
Allah Swt. akan melapangkan urusan seorang mukmin, jika ia meringankan beban
saudaranya. Rasulullah saw. bersabda,
"Barangsiapa
yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah Swt.
melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan
urusan orang yang kesulitan, maka Allah Swt. memudahkan baginya di dunia dan
akhirat.
(H.R. Muslim)
Manfaat ukuwah
islamiah, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Mengeratkan
ลillaturrahmi.
2. Menciptakan
kerukunan, persatuan dan kesatuan berbangsa, sehingga hidup menjadi tenteram.
3. Menumbuhkan
sikap peduli sesama dan tolong menolong sehingga hidup menjadi tenang dan
bahagia
4. Mendatangkan
kebaikan dan keberkahan dari Allah Swt..
5. Menjadi
mukmin yang mendapat naungan dari Allah Swt. di akhirat kelak.
6. Menjauhkan permusuhan dan iri dengki.
Begitu indahnya
ukhuwah dalam dekapan Islam. Saling menguatkan ketika yang lain lemah, saling menasihati
ketika yang lain khilaf, saling menjaga agar selalu dalam kebaikan, dan saling
berbagi. Kita belajar untuk saling berlemah lembut, mencintai, mengasihi,
menghormati, mengokohkan, memaafkan, dan saling mempercayai. Ukhuwah yang
sesuai tarbiyah, yaitu ketika ruh-ruh saling akrab oleh iman mereka bagaikan
cahaya di atas cahaya.
Persaudaraan
adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan. Oleh karena itu, Allah Swt. persatukan
hati-hati yang berserakan. Allah Swt. berfirman dalam surah az- Zukhrรผf ayat 67
berikut.
ุงْูุฃَุฎَِّูุงุกُ َْููู
َุฆِุฐٍ
ุจَุนْุถُُูู
ْ ِูุจَุนْุถٍ ุนَุฏٌُّู ุฅَِّูุง ุงْูู
ُุชََِّููู
Artinya:
"Teman-teman
akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali
orang-orang yang bertakwa."
Sumber: Nur Attika Lutfianah (Bina Pribadi Islami)
JSIT Publishing Indonesia
Editor: admin
Wednesday, 7 August 2024
Hadis 1 (Hadits Arba'in) tentang Ikhlas
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅَّูู َุง ุงูุฃุนู َุงู ุจุงَِّّูููุงุชِ ูุฅَِّูู ุง ُِِّููู ุงู ุฑูุกٍ ู ุง ََููู َูู َْู َูุงَูุชْ ِูุฌْุฑَุชُُู ุฅูู ุงِููู ูุฑَุณُِِููู ِููุฌْุฑَุชُُู ุฅูู ุงِููู ูุฑَุณُِِْููู ูู َْู َูุงَูุชْ ِูุฌْุฑَุชُُู ِูุฏَُْููุง ُูุตِْูุจُูุง ุฃู ุงู ุฑุฃุฉٍ َِْูููุญَُูุง ِููุฌْุฑَุชُُู ุฅูู ู ุง َูุงุฌَุฑَ ุฅِููู
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Penjelasan
Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, berbeda dengan seseorang yang berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita. Dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia.
Niat secara bahasa berarti al-qashd (keinginan). Sedangkan niat secara istilah syar’i, yang dimaksud adalah berazam (bertedak) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah, letak niat dalam batin (hati).
Kalimat “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya”, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi, yaitu amalan. Sedangkan kalimat “Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan”, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi lahu, yaitu kepada siapakah amalan tersebut ditujukan, ikhlas lillah ataukah ditujukan kepada selainnya.
Faedah Hadits
1- Dalam Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam (1:61) Hadits ini dikatakan oleh Imam Ahmad sebagai salah satu hadits pokok dalam agama kita (disebut ushul al-islam). Imam Ibnu Daqiq Al-‘Ied dalam syarhnya (hlm. 27) menyatakan bahwa Imam Syafi’i mengatakan kalau hadits ini bisa masuk dalam 70 bab fikih. Ulama lainnya menyatakan bahwa hadits ini sebagai tsulutsul Islam (sepertiganya Islam).
2- Tidak mungkin suatu amalan itu ada kecuali sudah didahului niat. Adapun jika ada amalan yang tanpa niat, maka tidak disebut amalan seperti amalan dari orang yang tertidur dan gila. Sedangkan orang yang berakal tidaklah demikian, setiap beramal pasti sudah memiliki niat. Para ulama mengatakan, “Seandainya Allah membebani suatu amalan tanpa niat, maka itu sama halnya membebani sesuatu yang tidak dimampui.”
3- “Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan”, maksud hadits ini adalah setiap orang akan memperoleh pahala yang ia niatkan.
Coba perhatikan dua hadits berikut ini.
Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al Akhnas radhiyallahu ‘anhum, -ia, ayah dan kakeknya termasuk sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana Ma’an berkata bahwa ayahnya yaitu Yazid pernah mengeluarkan beberapa dinar untuk niatan sedekah. Ayahnya meletakkan uang tersebut di sisi seseorang yang ada di masjid (maksudnya: ayahnya mewakilkan sedekah tadi para orang yang ada di masjid, -pen). Lantas Ma’an pun mengambil uang tadi, lalu ia menemui ayahnya dengan membawa uang dinar tersebut. Kemudian ayah Ma’an (Yazid) berkata, “Sedekah itu sebenarnya bukan kutujukan padamu.” Ma’an pun mengadukan masalah tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ََูู ู َุง ََْูููุชَ َูุง َูุฒِูุฏُ ، َََููู ู َุง ุฃَุฎَุฐْุชَ َูุง ู َุนُْู
“Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati.” (HR. Bukhari, no. 1422).
Hadits di atas menunjukkan bahwa Setiap orang akan diganjar sesuai yang ia niatkan walaupun realita yang terjadi ternyata menyelisihi yang ia maksudkan. Termasuk dalam sedekah, meskipun yang menerima sedekah adalah bukan orang yang berhak.
Hadits kedua, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« َูุบْุฒُู ุฌَْูุดٌ ุงَْููุนْุจَุฉَ ، َูุฅِุฐَุง َูุงُููุง ุจِุจَْูุฏَุงุกَ ู َِู ุงูุฃَุฑْุถِ ُูุฎْุณَُู ุจِุฃََِِّูููู ْ َูุขุฎِุฑِِูู ْ » . َูุงَูุชْ ُْููุชُ َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ََْููู ُูุฎْุณَُู ุจِุฃََِِّูููู ْ َูุขุฎِุฑِِูู ْ ، َِِููููู ْ ุฃَุณَْูุงُُููู ْ َูู َْู َْููุณَ ู ُِْููู ْ . َูุงَู « ُูุฎْุณَُู ุจِุฃََِِّูููู ْ َูุขุฎِุฑِِูู ْ ، ุซُู َّ ُูุจْุนَุซَُูู ุนََูู َِّููุงุชِِูู ْ »
“Akan ada satu kelompok pasukan yang hendak menyerang Ka’bah, kemudian setelah mereka berada di suatu tanah lapang, mereka semuanya dibenamkan ke dalam perut bumi dari orang yang pertama hingga orang yang terakhir.” ‘Aisyah berkata, saya pun bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, sedangkan di tengah-tengah mereka terdapat para pedagang serta orang-orang yang bukan termasuk golongan mereka (yakni tidak berniat ikut menyerang Ka’bah)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka semuanya akan dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian nantinya mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka.” (HR. Bukhari, no. 2118 dan Muslim, no. 2884, dengan lafal dari Bukhari).
4- Niat itu berarti bermaksud dan berkehendak. Letak niat adalah di dalam hati. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
َูุงَِّّูููุฉُ ู َุญََُّููุง ุงَْْูููุจُ ุจِุงุชَِّูุงِู ุงْูุนَُูู َุงุกِ ؛ َูุฅِْู ََููู ุจَِْููุจِِู ََููู ْ َูุชَََّููู ْ ุจِِูุณَุงِِูู ุฃَุฌْุฒَุฃَุชُْู ุงَِّّูููุฉُ ุจِุงุชَِّูุงِِููู ْ
“Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 18:262)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “Siapa saja yang menginginkan melakukan sesuatu, maka secara pasti ia telah berniat. Semisal di hadapannya disodorkan makanan, lalu ia punya keinginan untuk menyantapnya, maka ketika itu pasti ia telah berniat. Demikian ketika ia ingin berkendaraan atau melakukan perbuatan lainnya. Bahkan jika seseorang dibebani suatu amalan lantas dikatakan tidak berniat, maka sungguh ini adalah pembebanan yang mustahil dilakukan. Karena setiap orang yang hendak melakukan suatu amalan yang disyariatkan atau tidak disyariatkan pasti ilmunya telah mendahuluinya dalam hatinya, inilah yang namanya niat.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 18:262)
5- Niat ada dua macam: (1) niat pada siapakah ditujukan amalan tersebut (al-ma’mul lahu), (2) niat amalan.
Niat jenis pertama adalah niat yang ditujukan untuk mengharap wajah Allah dan kehidupan akhirat. Inilah yang dimaksud dengan niat yang ikhlas.
Sedangkan niat amalan itu ada dua fungsi:
Fungsi pertama adalah untuk membedakan manakah adat (kebiasaan), manakah ibadah. Misalnya adalah puasa. Puasa berarti meninggalkan makan, minum dan pembatal lainnya. Namun terkadang seseorang meninggalkan makan dan minum karena kebiasaan, tanpa ada niat mendekatkan diri pada Allah. Terkadang pula maksudnya adalah ibadah. Oleh karena itu, kedua hal ini perlu dibedakan dengan niat.
Fungsi kedua adalah untuk membedakan satu ibadah dan ibadah lainnya. Ada ibadah yang hukumnya fardhu ‘ain, ada yang fardhu kifayah, ada yang termasuk rawatib, ada yang niatnya witir, ada yang niatnya sekedar shalat sunnah saja (shalat sunnah mutlak). Semuanya ini dibedakan dengan niat.
6- Hijrah itu berarti meninggalkan. Secara istilah, hijrah adalah berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam. Hijrah itu hukumnya wajib bagi muslim ketika ia tidak mampu menampakkan lagi syiar agamanya di negeri kafir. Hijrah juga bisa berarti berpindah dari maksiat kepada ketaatan.
7- Dalam beramal butuh niat ikhlas. Karena dalam hadits disebutkan amalan hijrah yang ikhlas dan amalan hijrah yang tujuannya untuk mengejar dunia. Hijrah pertama terpuji, hijrah kedua tercela.
Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa ada seseorang yang ingin melamar seorang wanita. Wanita itu bernama Ummu Qais. Wanita itu enggan untuk menikah dengan pria tersebut, sampai laki-laki itu berhijrah dan akhirnya menikahi Ummu Qais. Maka orang-orang pun menyebutnya Muhajir Ummu Qais. Lantas Ibnu Mas’ud mengatakan, “Siapa yang berhijrah karena sesuatu, fahuwa lahu (maka ia akan mendapatkannya, pen.).” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:74-75. Perawinya tsiqah sebagaimana disebutkan dalam Tharh At-Tatsrib, 2:25. Namun Ibnu Rajab tidak menyetujui kalau cerita Ummu Qais jadi landasan asal cerita dari hadits innamal a’malu bin niyyat yang dibahas). Namun tentu hijrah bukan karena lillah, cari ridha-Nya, maka tidak dibalas oleh Allah.
Amalan lainnya sama dengan hijrah, benar dan rusaknya amal tersebut tergantung pada niat. Demikian kata Ibnu Rajab dalam Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:75.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,
ู َْู ุทََูุจَ ุงْูุนِْูู َ ُِููุฌَุงุฑَِู ุจِِู ุงْูุนَُูู َุงุกَ ุฃَْู ُِููู َุงุฑَِู ุจِِู ุงูุณََُّููุงุกَ ุฃَْู َูุตْุฑَِู ุจِِู ُูุฌَُูู ุงَّููุงุณِ ุฅَِِْููู ุฃَุฏْุฎََُูู ุงَُّููู ุงَّููุงุฑَ
“Barangsiapa menuntut ilmu hanya ingin digelari ulama, untuk berdebat dengan orang bodoh, supaya dipandang manusia, Allah akan memasukkannya dalam neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 2654 dan Ibnu Majah, no. 253. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, di mana ia berkata,
ุฎَุฑَุฌَ ุนَََْูููุง ุฑَุณُُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ََููุญُْู َูุชَุฐَุงَูุฑُ ุงْูู َุณِูุญَ ุงูุฏَّุฌَّุงَู ََููุงَู « ุฃَูุงَ ุฃُุฎْุจِุฑُُูู ْ ุจِู َุง َُูู ุฃَุฎَُْูู ุนََُْูููู ْ ุนِْูุฏِู ู َِู ุงْูู َุณِูุญِ ุงูุฏَّุฌَّุงِู ». َูุงَู َُْูููุง ุจََูู. ََููุงَู « ุงูุดِّุฑُْู ุงْูุฎَُِّูู ุฃَْู َُูููู َ ุงูุฑَّุฌُُู ُูุตَِّูู َُููุฒَُِّูู ุตَูุงَุชَُู ِูู َุง َูุฑَู ู ِْู َูุธَุฑِ ุฑَุฌٍُู »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami dan kami sedang mengingatkan akan (bahaya) Al-Masih Ad Dajjal. Lantas beliau bersabda, “Maukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih samar bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal?” “Iya”, para sahabat berujar demikian kata Abu Sa’id l- Khudri. Beliau pun bersabda, “Syirik khafi (syirik yang samar) di mana seseorang shalat lalu ia perbagus shalatnya agar dilihat orang lain.” (HR. Ibnu Majah, no. 4204. Al-Hafiz Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)
Monday, 5 August 2024
Selamat Tinggal Ayah
A little girl bids farewell to her father who was killed by an Israeli bombardment in Gaza.
Game Edukasi Bahasa Inggris Kelas 5 SD ๐ฎ Game Edukasi Bahasa Inggris Kelas ...
-
Kuis Interaktif: Hak Harta dalam Islam ๐ Kuis Interaktif: Hak Harta dalam Islam ...
-
Tel Aviv, Seiring opini publik global secara tegas beralih melawan kampanye genosida Israel di Gaza, negara pendudukan tersebut menggencarka...
-
MITOCHONDRIAL FORMULA : Advanced Mitochondrial Formula contains essential nutrients that promote the health of your mitochondria and support...



